Postingan

MIMPI TAK TERBATAS : RUMAHKU ISTANAKU

Di sini, dikelelahan jiwa manusia hina Disisa usia yang semakin membinasa Merenggut   asa dan berharap pada sang penguasa cinta Sekedar tetap untuk   berjaga-jaga Di sini, diperihnya masa lalu yang membayangi Yang kemudian harus patuh pada kepasrahan hati Dan menyikapinya secara bijaksana Di sini, di belantara rasa peperangan diri Mencoba memandang badai sebagai keindahan ilahi  Tanpa laknat menguasai diri, Tanpa benci menguasai hati Di sini, di gubuk ini Istana kami Tempat bermula semua sejarah tentang kami Suka duka di hati Semua ada di sini Di istana kami   K eluarga kami tinggal disebuah gubuk sederhana yang memiliki struktur bangunan yang tidak permanen. Sebagian atapnya terbuat dari seng dan sebagian yang lain masih terbuat dari dahan nipah yang tentu saja masih sangat mudah untuk didapatkan di desa kami. Lantai rumah kami sebagian masih terbuat dari plesteran semen biasa dengan tambahan acian di atasnya sehingga tampak halus dan rapi . S ementara bagi...

MIMPI TAK TERBATAS : NAMAKU DAFFA

Setapak demi setapak kaki ini melangkah Menyusuri setiap bait perjalanan hidupku Tertatih oleh kerasnya nilai sebuah hidup Terhanyut dalam derasnya air mata kesedihan  Meski tubuh ini tau akan terluka tetapi ia tetap melangkah   Ia tau kalau jurang telah di depan mata Namun enggan membuka mata bila ia telah menapaki Cepat atau lambat jurang itu akan ia temui Suka atau tidak Suka, Kuat atau kah lemah Untuk sebuah perjuangan hidup ia tidak pernah memandang   Kini kaki setapak itu telah melangkah Menyusuri dan merasakan rasa sakit Tubuhnya telah memilih untuk tersakiti Meski ia tau itu bukan jalan yang ia inginkan Harapannya punah, mimpinya tinggal dalam hati Menggenggam tangannya erat berharap ia agar tetap kuat   Ia berusaha menahan tangan kasar itu dari rasa sakit Rasa sakit sebab timbunan kebohongan Kejujuran akan perasaan ia sembunyikan Meski lautan amarah dan duka dihati telah menanti Berusaha bangkit  setiap kali ia jatuh Bak nelayan yang lupa der...

MIMPI TAK BERTEPI : PROLOG

Dear... Namaku Daffa, aku ini hanya anak desa. Aku juga tak terlahir dari keluarga kaya. Tapi meski begitu, bukan berarti aku tak berani bermimpi. Sebab, mimpiku hari ini adalah kenyataan esok hari. Mimpiku tak terbatas, seperti semesta yang juga tak ada ujungnya. Mimpiku tak bertepi, sebab mimpi bagiku bukanlah seperti samudra yang memiliki tepi untuk berlabuhnya kapal . Mimpiku lebih luas dari itu. Aku tau, hal itu terdengar begitu mustahil bagi anak desa sepertiku. Tapi aku yakin akan selalu ada secuil harapan ditengah ketidak mungkinan. Ga papa Tahan aja Sabar Tetap kuat Semangat...